<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1664797673525544095</id><updated>2011-12-25T09:55:59.146+07:00</updated><title type='text'>aufklarung aris</title><subtitle type='html'>Selamat Datang BOS...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>arisnurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970610983802345695</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_78BZQaE8FM8/ShZr0y4KB4I/AAAAAAAAAAM/8SwlkwjO0DY/S220/DSCN1117.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1664797673525544095.post-4687210445714996154</id><published>2010-04-06T00:40:00.002+07:00</published><updated>2010-04-09T00:49:14.254+07:00</updated><title type='text'>Keinginan</title><content type='html'>We must accept finite disappointment, but never lose infinite hope (Martin Luther King)…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik kesuksesan, kehebatan/kebesaran seorang suami adalah ‘sentuhan lembut’ kehebatan/kebesaran istri yang senantiasa setia mendampinginya. Jadi jika anda bertubuh besar/tambun bisa dipastikan istri anda juga bertubuh besar…bwueehh, nggaklah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah kerap kecewa karena selalu menjadi tim medioker di bawah bayang-bayang “The Big 4” , City memiliki harapan besar dan limpahan dana tak terbatas untuk menyusun kekuatan dan melawan karena adanya dana yang melimpah semenjak diakuisisi oleh Abu Dhabi United Group (ADUG). Dan terbukti setelah paruh musim bisa kita lihat dialah ancaman terbesar bagi hegemoni “The Big 4” (sekarang tinggal menyisakan 8 pertandingan mpok…) Muenchen yang terseok-seok di fase group dan berbau keberuntungan ketika lolos dari konock out melawan fiorenntina, akhirnya berhasil menjungkalkan MU di leg 1, membalaskan dendam kekalahan di final liga champion beberapa tahun sebelumnya. Tepat pada masa injury time, persis MU melakukannya dulu…orang bilang knowledge is something, characters is more but lucky is everything…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman pernah mengungkapkan, ia adalah tipe manusia yang penuh dengan rencana-rencana, dan menjadi pns adalah bukan rencananya. Tapi dia telah berhasil menjungkir-balikan adagium lamanya bahwa menjadi birokrat itu akan menumpulkan kebebasan berekspresi, karena akan berhadapan dengan tembok yang sangat tebal yakni sistem birocrazy itu sendiri. Satu yang kuinget dari catatannya di dinding kost-nya dulu think simplicity act wisely---&gt;telah menyelamatkannya dari beberapa case yang menerpa. Dia berhasil mengembangkan jaringan sebagai entrepreneur di komunitasnya. Modalnya hanya: dengarkan dan ungkapkanlah idemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 8 April nanti leg kedua Muenchen vs MU akan akan menjadi bukti siapa yang layak mengenakan kaos merah sebagai simbol red devil jika bertindak sebagai tuan rumah. Malangnya muenchen harus bertanding di old trafford stadion kebanggan MU…jika gagal masuk fase berikutnya maka hegemoni tim Inggris memang ada, satu tempat di semifinal …(5 tahun terakhir pasti ada). Jika itu terjadi maka tulisan ini akan hilang dengan sendirinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya kita renungkan kata-kata martin Luther King (seorang negro, pejuang hak asasi manusia, yang membangkitkan jati diri ras kulit hitam di USA) di atas bahwa '”kita bole kecewa sesaat tapi jangan sampai kehilangan harapan yang tak terbatas”…Barrack Obama pasti tau itu…maka sejak umur 6-7 th dia sdh bercita-cita jadi presiden…dan 40 thn kemudian cita-citanya terwujud…jika temenku tersebut tahun ini bercita-cita jadi bupati maka aku prediksi 10 thn mendatang dia pasti jadi bupati di daerahnya…yach paling tidak bupati buat istri sendiri…karena temenku tersebut sampai sekarang belum menikah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguhlah, S’moga tercapai cita-citamu Nak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris d’Danger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1664797673525544095-4687210445714996154?l=www.arisnurrahman.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/feeds/4687210445714996154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2010/04/keinginan_06.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/4687210445714996154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/4687210445714996154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2010/04/keinginan_06.html' title='Keinginan'/><author><name>arisnurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970610983802345695</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_78BZQaE8FM8/ShZr0y4KB4I/AAAAAAAAAAM/8SwlkwjO0DY/S220/DSCN1117.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1664797673525544095.post-4984953188189686267</id><published>2009-12-31T06:35:00.003+07:00</published><updated>2010-04-09T00:45:43.113+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin atau Penipu</title><content type='html'>“Masing-masing dari kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban”begitu kata mbah sarbini, yaa paling tidak pemimpin buat diri kita sendiri. Sekarang bagaimana jadinya jika kata pemimpin di atas diganti dengan penipu, masih pas tidak. Kalau itu diganti tentu banyak yang protes, tapi coba renungkan sekilas…bukankah kita sering menipu pada diri kita sendiri…mengatakan ya padahal dlm hati kita tidak atau sebaliknya… masih bingung…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;konkretnya bgini…taruhlah waktu muda dulu kita jauhan sama orang tua, klo ortu nelp. atau tanya sesuatu tentang kondisi kita tentu kita jawabnya yang enak-enak kan…padahal misalnya kita sdg sakit typhus parah…krn kita menyayangi ortu kita agar tdk panik, pdhl seharusnya jgn bgitu…bukankah itu penipu…masih bingung juga…ok taruhlah skrg di lingkungan kerja kita…klo bos nyuruh kita merencanakan sesuatu tentu kta jawabnya ya siap bisa…pdhl kita sendiri belum tentu ngerti…baru setelah bos pergi kita grobyakan cari referensi terkait tugas kita itu…bukankah itu juga penipu?bukan, tapi emang seharusnya bgitu karena kita takut dikemudian hari tdk terpakai lg sama si bos, tidak dapat promosi…apapun alasannya, taruhlah kita pengin memperbanyak pengalaman shg kita bisa lebih ahli pada bidang yang kita tekuni. Pertanyaan selanjutnya pengalaman yang bagaimana? Pengalaman sebagai penipu, kiqkiq…nggaklah, pengalaman biar ahli berkelit kalau ada pemeriksaan dari inspektorat atau makhluk sejenisnya? mungkin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti sistem yang dibuat di lingk. kerja kita terkadang sdh teramat sangat membingungkan…zona hitam putih sdh berganti zona abu-abu…semua disiasati dengan permainan administrasi…bweuh ini jg menjurus ke kata ‘penipu’…sedangkan atasan kita hanya mengatakan…”Le, ente hrs mikul dhuwur mendhem jero ama gwe”…klo ade ape-ape kt yg kena juga bos-bos pade lepas tangan…maka buru-burulah kamu hijrah…sekolah lagi misalnya…toh ntar klo balik lg kerja, bos-bos itu sdh pensiun dan digantikan ama bos baru yang tentunya lebih pintar. Pertanyaannya lebih pintar dari segi apa titelnya, pengalamannya…atau caranya beretorika dari serangan inspektorat? bukankah itu menipu juga…nggak taulah skrg gwe yang bingung pemimpin atau penipu…pilih salah satu jangan dua-duanya dipilih…karena sekatnya hanya tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap dalam pencarian, Bersungguh-sungguhlah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris d'Danger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1664797673525544095-4984953188189686267?l=www.arisnurrahman.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/feeds/4984953188189686267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/12/pemimpin-atau-penipu_1205.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/4984953188189686267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/4984953188189686267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/12/pemimpin-atau-penipu_1205.html' title='Pemimpin atau Penipu'/><author><name>arisnurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970610983802345695</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_78BZQaE8FM8/ShZr0y4KB4I/AAAAAAAAAAM/8SwlkwjO0DY/S220/DSCN1117.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1664797673525544095.post-8830808794256538902</id><published>2009-12-11T19:59:00.002+07:00</published><updated>2010-04-09T00:57:25.842+07:00</updated><title type='text'>“My Mom is My Friend, But Not My Facebook Friend”</title><content type='html'>tulisan ini adalah mail seorang temenku, utuh tidak kutambahi atau kukurangi…kuharap kelak kamu tidak bersikap begitu pada kedua orang tuamu (untuk fadil&amp;nasywa)---&gt;iya jg gpp toh ntar blm tentu fb msh bertahan…xixiixix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPAS.com - Kami tertarik dengan tanggapan Ibu Rani yang menulis komennya di www.kompas.com untuk tulisan “Digital Native vs Digital Immigrant” yang dimuat di kolom ini beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di sana Ibu Rani mengatakan: “Anak saya umurnya 20 tahun dan adalah contoh digital native karena dia memang hidup 24 jam online….saya adalah digital immigrant, orang yang mencoba untuk bisa masuk ke dunia digitalnya anak saya… Dan yang menyedihkannya, ketika coba ikut Facebook dan add anak saya (lewat friend request), dia malah ignore bukannya malah confirm.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Rani ternyata tidak sendirian ikut-ikutan Facebook.  Seperti yang telah ditulis sebelumnya,  Facebook saat ini semakin dibanjiri oleh ibu-ibu. Menurut data yang dirilis oleh Facebook sendiri, pertumbuhan tercepat populasi di situs jejaring sosial ini adalah segmen 35 tahun ke atas. Dan menurut Erick Qualman dalam Socialnomics, segmen yang juga cukup pesat tumbuhnya adalah wanita umur 55-65 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Rani juga bukan satu-satunya yang diabaikan oleh anaknya ketika mengirim friend request di Facebook. Karena ibu-ibu lain pun juga banyak yang di-ignore oleh anak-anaknya. Dan fenomena “My Mom is My Friend, But Not My Facebook Friend” ternyata menjadi fenomena global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kolumnis di New York Times, Michelle Slatalla, pernah menulis tentang hal ini di harian tersebut dengan judul “‘OMG My Mom Joined Facebook!!’ Di dalam artikel tersebut ditulis bahwa dinamika dunia Facebook adalah refleksi hubungan kita di dunia offline. Pengalaman yang didapatkan oleh seorang ibu di jaman sekarang ketika masuk ke dunia online lewat Facebook dan malah tidak dianggap oleh anaknya mungkin merefleksikan bahwa si ibu itu tidak menjadi bagian dari jejaring sosial anaknya di dunia offline (baca: nyata). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lori Aratani menulis hal yang kurang lebih sama di Washington Post di dalam artikel berjudul “When Mom or Dad Asks To Be a Facebook Friend.” Di sana ditulis bahwa semakin banyak orang tua jaman sekarang yang ikut Facebook dan ternyata mereka tidak hanya add anaknya saja, tapi juga teman-teman anaknya. Banyak yang confirm friend request dari orang tua mereka. Tapi banyak pula yang ignore karena kurang sreg untuk memasuki orang tua mereka ke dalam komunitas jejaring mereka di dunia online. Bagi mereka itu “seperti mengajak orang tua ikut main bareng dengan teman-teman.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam bukunya “Me, MySpace, and I: Parenting the Net Generation”, Larry Rosen mengatakan bahwa fenomena jejaring sosial dianggap oleh orang tua sebagai jendela yang transparan untuk melihat secara dekat gerak-gerik perilaku anak mereka. Makanya mereka berbondong-bondong masuk ke dunia online ini untuk seakan beraksi ibarat intel. Di sisi lain, anak-anak mereka menganggap dunia online adalah milik mereka, dan orang dewasa (terutama kaum digital immigrant) hanyalah penyusup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Confirm or Ignore? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet membuat dunia semakin transparan. Di dalam situs jejaring sosial seperti Facebook, MySpace, Twitter, Plurk, dan lain sebagainya, kita bisa tahu banyak hal termasuk apa yang dilakukan, dirasakan, dikatakan oleh teman kita. Di situs tersebut, berbagai hal yang sifatnya pribadi bisa kita lihat di halaman profil mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang sengaja membuka profilnya untuk umum. Ada juga yang membuka profilnya untuk dilihat oleh orang-orang yang telah ‘disetujui’ dan ‘dipastikan’ (confirmed) untuk jadi temannya. Lewat sistem seperti ini kita tidak perlu ragu menaruh data pribadi tentang diri kita. Di Facebook, contohnya, kita bisa buka-bukaan, tampil apa adanya dan merasa nyaman karena mereka yang kita konfirm adalah orang-orang yang ingin kita bawa masuk ke dunia komunitas kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steve Jones, seorang professor ilmu komunikasi di Chicago, mengatakan bahwa selama ini ada pemikiran yang salah. Di dunia online terlihat betul bahwa orang-orang cenderung menjauhkan apa-apa yang sifatnya pribadi bukan ke mereka yang tak dikenal, tapi justru kepada orang yang mereka kenal dekat. Artinya mereka tidak peduli apakah yang mereka share di dunia online itu dilihat oleh orang-orang umum. Tapi mereka sangat peduli ketika hal-hal yang sifatnya private justru dilihat oleh orang yang mereka kenal dekat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dibilang oleh Steve Jones mungkin ada benarnya. Situs jejaring sosial yang bermunculan sampai sekarang yang pasti telah membuat kata "teman" jadi lebih blur. Di dunia online seperti ini, orang asing (strangers) kita anggap teman, sedangkan dengan teman yang notabenenya adalah teman kita sebenarnya atau orang yang kita kenal dekat, justru kita malah berinteraksi dengan canggung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan confirm or ignore yang dilematis ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak ketika mendapat friend request dari para orang tua di rumah. Di kantor pun fenomena yang sama juga dirasakan oleh para karyawan ketika ingin ‘berteman’ dengan boss-nya. Jared Sandberg menulis hal ini di artikel berjudul “OMG -- My Boss Wants to 'Friend' Me On My Online Profile” yang dimuat di harian Wall Street Journal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang ditulis di sana, dengan adanya Facebook, hubungan yang hirarkis antara atasan dan bawahan di dunia offline, mendadak terlihat horizontal di dunia online. Dan pada akhirnya sisi pribadi sesungguhnya dari boss dan karyawan jadi terlihat betul. Meskipun demikian banyak karyawan yang tidak rela untuk berteman dengan boss-nya di Facebook, karena itu tandanya ia harus mengorbankan segala bentuk hal yang sifatnya personal. Begitu juga sebaliknya dengan si boss ketika di add sebagai teman di Facebook oleh anak buahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Confirming the Community &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang dapat dijadikan alasan kenapa fenomena yang diceritakan di atas terjadi adalah karena pada dasarnya karakter si ibu tidak relevan dengan tujuan, identitas, dan nilai-nilai yang miliki oleh komunitasnya si anak. Meskipun sama-sama ‘on’ di dunia Facebook, bukan berarti para orang tua bisa ‘in’ ke dunia komunitas jejaring sosial anaknya. Karena untuk masuk ke sana, diperlukan karakter yang sejalan dengan tujuan, identitas, dan nilai-nilai yang dijunjung tunggi  oleh komunitas anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu di era legacy, aktivitas targeting the segment menjadi langkah strategi yang menentukan gerak-gerik arah pemasaran suatu perusahaan. Di sana konsumen yang menjadi target pasar dieksploitasi oleh pemasar lewat 4P-nya (product, price, place, and promotion). Dan itu semua dilakukan tanpa peduli, suka-tidak suka, setuju-tidak setuju, selama konsumen menjadi target market sebuah perusahaan, konsumen akan menerima bentuk eksploitasi tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era New Wave ini, praktek yang demikian menjadi tidak lagi relevan. Sejalan dengan apa yang dibahas kemarin, kita tidak lagi berbicara tentang targeting the segment namun confirming the community. Karena di era pemasaran seperti ini, orientasi pemasaran berbasiskan komunitas konsumen yang saling kenal bukan lagi segmen konsumen yang tidak kenal satu sama lain. Praktek yang dilakukan dalam rangka konfirmasi terhadap (dan oleh) komunitas ini sendiri bernuansakan horisontal, karena pada dasarnya langkah ini dijalankan dua arah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja perusahaan yang mengkonfirm sebuah komunitas karena kemiripannya dengan karakter merek perusahaan, namun juga si komunitas sendiri harus mengkonfirm bahwa perusahaan yang ingin masuk ke dalam komunitas tersebut adalah ‘teman’ yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang terpenting yang harus dilakukan oleh pemasar dalam hal ini adalah mencari relevansi antara komunitas dan perusahaan. Percuma saja kalau sebuah komunitas jumlah anggotanya banyak, pertumbuhan jumlah anggotanya juga terus meningkat. Namun, ternyata komunitas tersebut tidak punya relevansi yang sama dengan kita alias tidak punya identitas dan nilai-nilai yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetap dalam pencarian!Bersungguh-sungguhlah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris d'Danger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1664797673525544095-8830808794256538902?l=www.arisnurrahman.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/feeds/8830808794256538902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/12/my-mom-is-my-friend-but-not-my-facebook_11.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/8830808794256538902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/8830808794256538902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/12/my-mom-is-my-friend-but-not-my-facebook_11.html' title='“My Mom is My Friend, But Not My Facebook Friend”'/><author><name>arisnurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970610983802345695</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_78BZQaE8FM8/ShZr0y4KB4I/AAAAAAAAAAM/8SwlkwjO0DY/S220/DSCN1117.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1664797673525544095.post-8106639860950450913</id><published>2009-12-11T18:40:00.003+07:00</published><updated>2010-04-09T01:03:08.307+07:00</updated><title type='text'>Kubimbing kamu tuk lihat dunia</title><content type='html'>Nak….Jika suatu saat nanti kamu ingin jadi seseorang atau kamana arah cita-citamu bisa kau raih…satu-satunya orang yang bisa mengahalangimu adalah diri kamu sendiri…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anggap dunia adalah sebuah tempat untuk bekerja sama bukan tempat untuk bersaing…Tambatkan hatimu pada keteguhan hati dan sikap. Jangan pernah putus asa…setiap kesusahan pasti ada kemudahan dan setiap kesusahan pasti ada kemudahan…lapangkanlah hatimu dari perbuatan hina nan berkecil hati. &lt;br /&gt;Mudah-mudahan perjalananmu masih panjang dan papa masih diberi kesempatan menyaksikan langkah-langkah kecil kalian (kamu dan adikmu)…nak, cari dan simaklah ceritaku ini:…Dulu waktu SD, klo pulang sekolah papa selalu melewati seorang pande besi di desa Kranggan. Sesekali mampir, lihat-lihat bentar peralatan yang sdh selesai dikerjakan…beberapa cuilan besi yang tidak kepake menjadi rebutan, anak-anak seusiaku waktu itu. Nak perhatikan ini…tangtengtangteng…wuZZZ…Tangtengtangteng…wuZZZ…Cringg…itulah aktivitas pande besi menempa besi mentahannya untuk diolah menjadi peralatan yang lebih berguna nan ciamixx…     &lt;br /&gt;Seorang pande besi akan melakukan hal sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Bahan yang keras, sulit ditempa, sekalipun sudah dibakar ama luweng pengepulan…akan dibuang…(tidak disukai karena bikin tangan si pande besi melepuh dan keringat bercucuran;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahan yang lembek, sekalipun mudah dibentuk…tanpa harus bersusah payah…sama akan dibuang ataupun kalo tidak hanya menjadi bahan latihan bagi anak-anaknya membuat pisau dapur;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bahan yang keras tetapi masih bisa ditempa setelah melalui proses pembakaran…bahan ini yang akan disukai oleh seorang Mpu pande besi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka tak kan ada keris yang dibawa-bawa oleh kebo marcuet digunakan oleh ken arok untuk menggapai cita-citanya…keris yang melegenda pade jaman itu…jika tidak ada bahan point 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak sekalipun kamu keras kepala (sdh ketahuan tuch dari kecil sdh benjol-benjol sering kejedot…xixixi…)sadarlah, bahwa hidup bukanlah sekedar onggokan batu karang yang terjal…tapi juga berupa tekstur-tekstur nanciamik yang diukir melalui air lautan dalam proses yang sudah ditentukan oleh SANG MAHA BESAR. Nak …Hidup bukanlah sederetan kisah sedih yang harus disesali, sekumpulan serita kosong yang tak bermakna…tapi hidup merupakan suatu kemauan untuk bekerja sama dalam hal-hal yang baik (Mario Teguh, suatu waktu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguhlah!!! Tetap dalam Pencarian! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aris d'Danger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1664797673525544095-8106639860950450913?l=www.arisnurrahman.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/feeds/8106639860950450913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/12/nak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/8106639860950450913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/8106639860950450913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/12/nak.html' title='Kubimbing kamu tuk lihat dunia'/><author><name>arisnurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970610983802345695</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_78BZQaE8FM8/ShZr0y4KB4I/AAAAAAAAAAM/8SwlkwjO0DY/S220/DSCN1117.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1664797673525544095.post-2150087353338757075</id><published>2009-06-12T07:08:00.001+07:00</published><updated>2009-06-12T07:51:03.204+07:00</updated><title type='text'>Laskar Katro</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="413"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="186"&gt;Nak…Suatu saat nanti jika tiba waktunya, Insya Allah, papa akan mengajakmu naik sepeda-an di kampung. Melewati jalan-jalan tanah di pinggir persawahan. Kebut-kebutan, memancing di sungai atau laut kalau mungkin…Ente harus merasakan excited-nya naik kerbau sepuasnya(untuk dusun XI, XII masih ada nggak ya)…beda dengan disini harus merogoh cemban cuman ntuk 15 menitan…&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcY10fBnI/AAAAAAAAABk/St6Nf6Oo4Rk/lough2.gif"&gt;&lt;img title="lough" style="border-width: 0px; display: inline;" alt="lough" src="http://lh4.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcZNmqDrI/AAAAAAAAABo/9r3mrP4s15I/lough_thumb.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;Nak…klo perlu U temani Ibu beberapa waktu lamanya, bergaulah dengan teman-teman barumu disana…bentuklah laskar katro generasi kedua…&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcZnWklqI/AAAAAAAAABs/GzEvL_EiwM4/applause2.gif"&gt;&lt;img title="applause" style="border-width: 0px; display: inline;" alt="applause" src="http://lh3.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcaGmlgWI/AAAAAAAAABw/r8u4-Dff41Y/applause_thumb.gif" border="0" height="18" width="16" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;Dan secepatnya U harus kembali ke habitatmu menuntut ilmu, beribadah kepada ALLAH Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="225"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGfwD8kYPI/AAAAAAAAACc/3IL8sPyNNB4/bunder%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img title="bunder" style="border: 0px none ; display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" alt="bunder" src="http://lh3.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcdfJsL8I/AAAAAAAAACg/-LGp2rKXkbQ/bunder_thumb.jpg" border="0" height="155" width="236" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dusun Bunder termasuk dalam wilayah Desa Banaran; 2-3 km dari lautan Indonesia di sepanjang hilir sungai progo dan di seberangnya adalah desa poncosari, yang masuk ke kabupaten tetangga………………………………………………………………&lt;br /&gt;Masa kecil emang slalu menggelikan. Main bola, layang-layang, mandi di sungai, laut, cari jangkrik etc adalah menu kehidupanku sampai kelas 3 SMP. Kebetulan waktu kelas 3-4 SD aku ke bagian masuk siang maka praktis aku gunakan untuk ngglidik dengan teman-teman sebayaku..dan pas jam 11 aku harus sudah sampai rumah menunggu kakak sama ibuku pulang dari sekolahan.&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcd3TMM2I/AAAAAAAAAB8/y9i1S1Pg5as/drink2.gif"&gt;&lt;img title="drink" style="border-width: 0px; display: inline;" alt="drink" src="http://lh4.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGceXP1xgI/AAAAAAAAACA/7beMkNwPiCQ/drink_thumb.gif" border="0" height="22" width="24" /&gt;&lt;/a&gt; Air bukan masalah bagi desaku pada waktu itu,…nggak tau sekarang, setelah ada penambangan liar di sepanjang sungai progo…ada kabar debit sungai menurun…kumaha atuh sungai tercinta…&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGce0Ic7WI/AAAAAAAAACE/wsXwipXIOmY/nono2.gif"&gt;&lt;img title="nono" style="border-width: 0px; display: inline;" alt="nono" src="http://lh3.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcfO_BonI/AAAAAAAAACI/uIVH7eOfR0c/nono_thumb.gif" border="0" height="23" width="23" /&gt;&lt;/a&gt;  jalan-jalan desa masih tanah dan penerangan pada waktu itu masih mempergunakan sentir/teplok/petromak untuk beberapa rumah gelek ataupun oncor…&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcfqFX7KI/AAAAAAAAACM/6fe-M22Lf9A/hugh2.gif"&gt;&lt;img title="hugh" style="border-width: 0px; display: inline;" alt="hugh" src="http://lh5.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcgD8LVYI/AAAAAAAAACQ/o5MxomcIjDI/hugh_thumb.gif" border="0" height="16" width="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcg8gGT9I/AAAAAAAAACU/luCNKU84Hi0/surprise2.gif"&gt;&lt;img title="surprise" style="border-width: 0px; display: inline;" alt="surprise" src="http://lh3.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGchRWkBtI/AAAAAAAAACY/D0ge6U8EX-c/surprise_thumb.gif" border="0" height="23" width="24" /&gt;&lt;/a&gt; Singkat cerita sekitar 20 th kemudian…jalan-jalan di desaku sudah menghitam semua…&lt;strike&gt;tai kerbau&lt;/strike&gt;  di sepanjang jalan lenyap sudah…&lt;br /&gt;Terakhir kali kesana, anakku baru bisa berjalan… penginnya main di kebon, aku biarin aja dari pada main di jalan klo jatuh kan gampang lecet, jatuh di aspal maksudnya…&lt;em&gt;bersambung&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tetap dalam pencarian, bersungguh-sungguhlah! &lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aris Nur       &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1664797673525544095-2150087353338757075?l=www.arisnurrahman.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/feeds/2150087353338757075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/06/laskar-katro.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/2150087353338757075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/2150087353338757075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/06/laskar-katro.html' title='Laskar Katro'/><author><name>arisnurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970610983802345695</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_78BZQaE8FM8/ShZr0y4KB4I/AAAAAAAAAAM/8SwlkwjO0DY/S220/DSCN1117.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SjGcZNmqDrI/AAAAAAAAABo/9r3mrP4s15I/s72-c/lough_thumb.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1664797673525544095.post-5497012452790506533</id><published>2009-06-10T22:36:00.001+07:00</published><updated>2009-06-11T07:55:37.954+07:00</updated><title type='text'>Catatan Medio April 2003</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh seorang seniorku aku diperkenalkan pada &lt;em&gt;gakko&lt;/em&gt; semacam kursus bahasa jepang swadaya dari masyarakat setempat di kamisuwa. Seniorku orang klaten, baru saja lulus nikyu, level dua tertinggi pada tingkatan bahasa jepang. Praktis saya kerja bareng sama dia dalam satu unit berjalan 6 bln.  Dan dia sebentar lagi harus pulang…lulus cum laude dari kawah candradimuka imm japan…hahaha siapa suruh datang ke jepang sebagai &lt;strike&gt;kenshushei&lt;/strike&gt;…Ssst bukan sebenarnya sebagai kuli…Kembali ke pokok rangkuman hari ini, singkat cerita aku krasan sekolah di &lt;em&gt;gakko…&lt;/em&gt;Cos waktu liburan; sabtu &amp;amp; minggu harus diisi dengan kegiatan mengasah otak agar jangan sampe beku dan tambah bodo. Karena aku skrg sdh terlempar pada sirkuit yang salah dan sedang merintis asa ntuk kembali ke algoritma kehidupan yang benar, kembali ke Indonesia secepatnya adalah obsesiku kala itu. Di &lt;em&gt;Gakko&lt;/em&gt; kamisuwa, lebih tepatnya di chino suatu daerah di nagano aku diajar oleh Matsuyama &lt;em&gt;sensei&lt;/em&gt; . Tutur katanya lembut bahasa tubuhnya juga mencerminkan bahwa sensei orang terpelajar mungkin ‘priyayi’ untuk stratanya di jepang. Banyak kegiatan yang kami lakukan bersama baik sesama orang indonesia ataupun orang jepang di &lt;em&gt;gakko&lt;/em&gt;. Antara lain: kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di sekitar kamisuwa dan ikut pada perayaan pesta &lt;em&gt;hanabi&lt;/em&gt; ataupun &lt;em&gt;onbashira&lt;/em&gt;. Kelak aku upload-kan foto visualnya……&amp;gt;yang sedikit narsis tentunya. Merasa kurang intens dalam memberikan pelajaran sensei mengundang aku ntuk belajar di rumahnya. Singkat cerita bermodal peta hasil coretan &lt;em&gt;sensei&lt;/em&gt; aku mencoba mencari tempat tinggal &lt;em&gt;sensei&lt;/em&gt;. Setelah sampe di chino eki diteruskan dengan naik basu sekitar 20 menit jalan kaki menanjak sekitar 10 menit disitulah permukiman orang jepang tinggal.Nama daerahnya saya lupa tapi semua terekam dalam video cameraku…tentang peta jaringan jalan di &lt;em&gt;Eki&lt;/em&gt; Chino----rumah &lt;em&gt;sensei&lt;/em&gt;. Lagi-lagi saya mendapatkan pelajaran &lt;em&gt;tekio&lt;/em&gt; lsg dari orang jepang tapi bukan di indonesia melainkan di rumah orang jepang sendiri di jepang. (terlalu banyak kata sambung di) ya…bodohnya aku pantesen ada nilai D pada mata kuliah bhs Indonesia sewaktu kuliah dulu…hahaha. Diajari filosofi minum &lt;em&gt;ocha&lt;/em&gt; dll &lt;em&gt;arigato ghazaimasu sensei&lt;/em&gt;…banyak kata yang tidak bisa terucap…ataupun perkataan yang tidak kumengerti, krn aku belum genap setahun di sini, tapi sorot mataku mencoba mengatakan yang baik-baik tentang kehidupan ini. Yang jelas sensei mengingatkanku pada seseorang tapi siapa? aku juga loepa. Setelah sekian lama berinteraksi di gakko (padahal baru sebulan) mungkin teori relativitas einstein berlaku dsini tentang waktu…yang digabungkan sama relativitasnya shakesphear berlaku…ternyata &lt;em&gt;sensei&lt;/em&gt; mempunyai kemiripan dengan pemeran wanita pertama pada film Titanic. Kate Winslet……? (puyeng mau nulis apa lagi…mending nyusun skripsi dulu agh…paling nggak nyeleksi judulnya dulu kekekkek)… bukan tapi pemeran wanita yang memegang kalung pada adegan awal, yang menerawang…dan merupakan pembuka kemana alur cerita Titanic dimulai. karena &lt;em&gt;sensei&lt;/em&gt; aku berumur 85 tahun bergelar DR di bidang seni…tapi spirit beliau masih terjaga. Alhamdulillah… saya telah dipertemukan dengan orang berkepribadian luhur seperti &lt;em&gt;sensei&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1664797673525544095-5497012452790506533?l=www.arisnurrahman.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/feeds/5497012452790506533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/06/catatan-medio-april-2003.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/5497012452790506533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/5497012452790506533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/06/catatan-medio-april-2003.html' title='Catatan Medio April 2003'/><author><name>arisnurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970610983802345695</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_78BZQaE8FM8/ShZr0y4KB4I/AAAAAAAAAAM/8SwlkwjO0DY/S220/DSCN1117.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1664797673525544095.post-5673649994533012312</id><published>2009-06-09T08:11:00.001+07:00</published><updated>2009-06-09T08:11:13.972+07:00</updated><title type='text'>Nasywa Fitria Rahman</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;Anak kedua lahir,&amp;#160; &lt;strike&gt;dua aja cukup&lt;/strike&gt; …kalaupun di beri bonus lagi Alhamdulillah. Skor sementara 1-1, 1 cowok; 1 cewek …lahir tanggal 30 September 2008. Pas malem takbiran…jam 23.50 klo nggak salah, natar gwe periksa lagi…surat dokternya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/Si22rNu3UsI/AAAAAAAAABc/t92HcmUJqj8/s1600-h/DSCN1084%5B9%5D.jpg"&gt;&lt;img title="DSCN1084" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="184" alt="DSCN1084" src="http://lh3.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/Si22sLk56TI/AAAAAAAAABg/LkFXTOxWB20/DSCN1084_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Aku temani istriku waktu proses melahirkan sampai selesai (dalam artian pengembalian “gua garbo”….dijahit) &lt;strike&gt;takut klo tertutup&lt;/strike&gt; semua…Setengah memaksa Ibuku berpesan agar dalam akte anak dibuat tanggal 1 oktober saja. Mungkin ibuku masih trauma pada peristiwa 1965…tapi tetap aja pada surat lahir dan akte tercantum 30 september 2008. Mudah-mudahan barokah, toch sudah ada yang ngatur…kelahiran, rejeki, jodoh, dan kematian…Tak banyak cerita, tapi aku prediksi merawat bayi cewek tentu beda sama merawat bayi cowok…HARUS MASIH BELAJAR LAGI…dan ini seni dalam berkeluarga. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1664797673525544095-5673649994533012312?l=www.arisnurrahman.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/feeds/5673649994533012312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/06/nasywa-fitria-rahman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/5673649994533012312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/5673649994533012312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/06/nasywa-fitria-rahman.html' title='Nasywa Fitria Rahman'/><author><name>arisnurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970610983802345695</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_78BZQaE8FM8/ShZr0y4KB4I/AAAAAAAAAAM/8SwlkwjO0DY/S220/DSCN1117.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/Si22sLk56TI/AAAAAAAAABg/LkFXTOxWB20/s72-c/DSCN1084_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1664797673525544095.post-6687320882874858814</id><published>2009-06-03T07:11:00.001+07:00</published><updated>2009-06-04T08:50:02.596+07:00</updated><title type='text'>Gegar Budaya : Sebuah Penggalan Kisah Masa Lalu</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;Kalvero Oberg dalam Mulyana : 2007, &lt;em&gt;“Culture Shock atau Gegar Budaya ditimbulkan oleh kecemasan karena hilangnya tanda-tanda yang sudah dikenal dan simbol-simbol hubungan sosial”.&lt;/em&gt; Walaupun sudah mempelajari Tekio selama 3 bulan tetap aja ada perasaan aneh kalau ndak mau dibilang was-was manakala mendarat di Narita. Walaupun kita rombongan ada sekitar 130-an orang  waktu itu…tetap aja celingak-celinguk…nggak ngerti mesti harus berawal dari mana langkah ini. Tapi yang jelas waktu itu, hanya terbersit ini adalah hari pertama kamu menginjakkan kakimu untuk kontrak kerja selama 3 tahun di jepang. Sebagai apa? Rekan lain tentu njawab &lt;strike&gt;kenshushei&lt;/strike&gt;…bukan sebenarnya sebagai buruh. Dan inilah sebenarnya Shitazumi yang harus aku jalani…selama 3 tahun (2002-2005).&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Agar tulisan ini bukan terlihat seperti diary, ada fase penting yang aku temui di Jepang dalam kurun waktu tersebut tentunya ada hubungan dengan hidup dan kehidupan. Kita tidak langsung mengalami gegar budaya ketika kita memasuki lingkungan budaya yang baru. Fenomena itu dapat digambarkan dalam beberapa tahap. Masih dalam Mulyana : 2007, Peter S. Adler, mengemukakan lima tahap dalam pengalaman transisional ini: &lt;em&gt;kontak, disintegrasi, reintegrasi, otonomi,&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;independensi&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Kontak &lt;/strong&gt;ditandai dengan kesenangan, keheranan, dan kekagetan karena kita melihat hal-hal yang eksotik, unik, dan luar biasa.------&amp;gt;sampai di Narita takjub lihat bangunannya, perilaku orang jepang yang menurut pandanganku wajahnya yang sama semua bergerak dengan cepat ndak tabrakan masing-masing acuh thd sekeliling tanpa menunjukkan rasa lelah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Disintegrasi&lt;/strong&gt; ditandai dengan kebingungan dan disorientasi. -------&amp;gt; Ketika masuk dalam proses penyesuaian di Yatsuka Training Center, kita dihadapkan pada miniatur dari persoalan yang mungkin kita hadapi di lapangan. Dari budaya kumur-kumur air garam yang menjengkelkan…ataupun makan &lt;em&gt;natto &lt;/em&gt;baunya busuk bukan main. Kebingungan, keterasingan, dan depresi lalu menimbukan disintegrasi kepribadian kita ketika kebingungan mengenai identitas kita dalam skema budaya yang baru itu terus meningkat.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Reintegrasi&lt;/strong&gt; ditandai dengan penolakan atas budaya kedua. --------&amp;gt;kerja kasar, omelan shachoo ataupun buchoo adalah menu sehari-hari pada tahap penyesuaian. Konnero, baka dll santapan adalah santapan pagi kita. Siapa suruh Loe ke Jepang, jadi buruh buktikan donk suatu saat loe bisa ke sini lagi sebagai pelajar. Kita menolak kemiripan dan perbedaan budaya melalui penstereotipan, generalisasi, evaluasi, perilaku, dan sikap yang serba menilai. Kita membenci apa yang kita alami tanpa alasan yang jelas.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Otonomi &lt;/strong&gt;ditandai dengan kepekaan budaya dan keluwesan pribadi yang meningkat, pemahaman atas budaya baru, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya baru.---------&amp;gt; ternyata rutinitas yang aku tekuni menghasilkan sesuatu yang luar biasa, kecakapan dalam bekerja…keberanian berbahasa Jepang yang mampu dipahami oleh orang jepang dan yang jelas ada penghargaan dari orang jepang bahwa mereka tidak memaki-maki gwe lagi hehehhe&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Independensi&lt;/strong&gt; kita menghargai kemiripan dan perbedaan budaya, bahkan menikmatinya.---------&amp;gt;Berani membuat lelucon-lelucon tentang kehidupan di asrama. Bowling atau karaoke yang ekspressif. Kita menjadi ekspresif, humoris, kreatif, dan mampu mengaktualisasikan diri kita.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="left"&gt;Nilai yang diambil : Kita mampu menjalani transisi lebih jauh dalam kehidupan melewati dimensi-dimensi baru dan menemukan cara-cara baru menjelajahi keragaman manusia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1664797673525544095-6687320882874858814?l=www.arisnurrahman.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/feeds/6687320882874858814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/06/gegar-budaya-sebuah-penggalan-kisah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/6687320882874858814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/6687320882874858814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/06/gegar-budaya-sebuah-penggalan-kisah.html' title='Gegar Budaya : Sebuah Penggalan Kisah Masa Lalu'/><author><name>arisnurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970610983802345695</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_78BZQaE8FM8/ShZr0y4KB4I/AAAAAAAAAAM/8SwlkwjO0DY/S220/DSCN1117.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1664797673525544095.post-877468835096244170</id><published>2009-06-02T18:42:00.001+07:00</published><updated>2009-06-02T18:42:31.486+07:00</updated><title type='text'>Fadil Muzhaffar Rahman</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SiUQIfY6goI/AAAAAAAAABU/p9guLEQf75Q/s1600-h/DSCN0737%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="DSCN0737" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" height="244" alt="DSCN0737" src="http://lh5.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SiUQJU1Wp5I/AAAAAAAAABY/YZS9BnD301k/DSCN0737_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="184" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Anak pertama lahir 12 September 2006. hari Selasa&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banyak keinginan yang harus dipersiapkan, agar dia mampu melangkah, menuntun dia untuk melihat dunia. Doa dan restu ibu bapak di jogja ataupun mertua di citeureup sudah barang tentu menjadi sarat mutlak dalam pendewasaan diri ini. Banyak harapan papa padamu nak…paling tidak sekarang saatnya papa mamamu bergerak untuk mempersiapkan masa depanmu. Ini salah satu tugas yang harus diemban, karena Tuhan telah memberi amanat kepada kami untuk mengukir kepribadianmu.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1664797673525544095-877468835096244170?l=www.arisnurrahman.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/feeds/877468835096244170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/06/fadil-muzhaffar-rahman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/877468835096244170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1664797673525544095/posts/default/877468835096244170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arisnurrahman.co.cc/2009/06/fadil-muzhaffar-rahman.html' title='Fadil Muzhaffar Rahman'/><author><name>arisnurrahman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05970610983802345695</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_78BZQaE8FM8/ShZr0y4KB4I/AAAAAAAAAAM/8SwlkwjO0DY/S220/DSCN1117.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_78BZQaE8FM8/SiUQJU1Wp5I/AAAAAAAAABY/YZS9BnD301k/s72-c/DSCN0737_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
